Sinetron Preman Pensiun mengisahkan tentang Bahar, seorang bos preman di Bandung yang memutuskan pensiun karena ingin hidup tenang setelah istrinya meninggal. Kekuasaan kemudian beralih ke tangan kanannya, Muslihat (Kang Mus), yang harus menghadapi konflik perebutan terminal dan pasar oleh mantan anak buah, sekaligus beradaptasi dengan kehidupan halal berjualan kicimpring.
Poin-Poin Utama Sinopsis:
Konflik Pensiun: Kang Bahar pensiun, meninggalkan kekosongan kekuasaan yang diperebutkan.
Transisi Kekuasaan: Muslihat (Kang Mus) mengambil alih, namun menghadapi pemberontakan internal dari Jamal.
Kehidupan Baru: Kang Mus berusaha meninggalkan dunia kekerasan dan memulai bisnis makanan (kicimpring/rengginang).
Konflik Jalanan: Mantan anak buah Kang Bahar seperti Murad, Pipit, Dikdik, dan Gobang harus mempertahankan wilayah dari preman baru atau ambisi Edi yang ingin menguasai jalanan, terminal, dan pasar.
Pencopetan: Konflik juga sering melibatkan komplotan pencopet Saep yang konsisten mencari anak buah baru, namun sering gagal.
Sinetron ini berfokus pada dinamika loyalitas, perebutan wilayah kekuasaan, dan upaya mantan preman untuk bertobat atau mencari penghidupan baru di kota Bandung.
